Pagi ini kulajukan sepeda motor di jalanan dengan kecepatan delapan puluh kilometer per jam. boleh dibilang rodo ngebud untuk ukuran pembalab ecek ecek seperti saia. sebenarnya gas motor udah tak pilin mentok se mentok mentoknya. mungkin karena ada sebuah keranjang (tempat belanja-an) dengan ukuran semeter setengah di jok belakang, jadinya laju sepeda motor sedikit terhambat karena tekanan udara yang menerpa keranjang.
Belum nyampe tujuan, di tengah perjalanan mendadak turun hujan. lumayan lebat. terpaksalah kuhentikan laju sepeda motor untuk berteduh. pas kebetulan juga ada kedai nasi di pinggir jalan. lalu kuparkirkan sepeda motor di halaman samping kedai tersebut.
Sambil lari lari kecil, takut basah soalnya, aq langsung masuk ke ruangan kedai. meja kursi tertata apik per kelompok bak restoran kelas ciamik. per meja ada empat kursi. pas banget untuk keluarga yang sedang dalam perjalanan buat singgah di kedai ini. soalnya kalo sendirian agak agak gimana getoh.
Ada dua ruangan di dalam kedai tersebut. ruang bagian depan tempat semacam lemari lebar yang berdindingkan kaca bening. dimana lauk pauk plus segala macem sambel sambelan sudah ditata rapi dalam piring. beberapa baskom yang berisi kuah kuahan plus ikan didalamnya juga ada. sepertinya sajian kedai ini ala hidangan prasmanan. soalnya tempat nasi plus beberapa tumpuk piring kosong berada di samping lemari tempat lauk pauk tersebut. yang diletakkan di atas meja disebelah dua tempat nasi garis miring mejik kom.
Mas, kalo mau makan silahkan ambil sendiri. sapa salah seorang entah pelayan ato yang punya kedai nun seksih kepadaku. tuh kan bener dugaanku, kedai nasi ala hidangan prasmanan. aq pesen kopi aja mbak, jawabku sambil mengedipkan sebelah mata. Clingggg… dingin soalnya coy, jadi cuma pesen kopi panas wae. lumayan buat ngangetin tubuh. gag lama, selang beberapa menit kemudian sang seksih pun menyuguhkan segelas kopi kepadaku. ini mas kopinya. dengan senyumnya yang rada rada gimana getuh kembali menyapaku. oh iya makasih mbak, jawabku sembari mengedipkan sebelah mata untuk kedua kalinya.
Kutuang setengah gelas kopi ke dalam piring kecil yang diletakkan dibawah gelas. lalu kutiup tiup beberapa kali supaya kopi dari panas bisa menjadi sedikit adem. trus piringnya tak tempelin kebibir. sruuuup… Hah! masih panas coy. hahaha bisa bisa ngelocot lidah dan bibirku.
Sambil ngudud, plus sesekali sambil ngelirak ngelirik ituh cewe seksih, sebenarnya mataku terus tertuju pada ruangan bagian depan. persisnya pada lemari yang berdindingkan kaca bening yang aq sebutkan di atas. kalo tak amat amati kayanya ada sepiring udang goreng. ukuran udangnya kurang lebih segede lengan tangan. tangan bayi maksudnya. mulailah perut ini bunyi krucak krucuk pertanda mau minta di isi.
Kopi panas yang masih setengah gelas kuletakkan di atas piring kecil seperti semula. dan oleh karena udud yang kuisep udah habis, aq segera melangkah dari tempat duduk menuju ruangan depan. tanpa pikir panjang langsung saja kuambil piring. lalu memasukkan beberapa centong nasi kedalam piring. sampe menuk menuk. hehehe tadi waktu mau berangkat belum sarapan masalahnya. kusiram nasi dengan kuah secukupnya. tanpa ragu ragu trus kuambil dua udang goreng sekaligus.
Usai makan, perutku rasanya penuh. rasanya sedikit nonjol kedepan. mungkin karena saking ambisinya selera makan pake udang goreng ditambah segelas lodong air putih penghalau seret plus penghalau rasa pedas jadinya sedikit kekenyangan. jujur, baru kali ini aq makan pake menu udang goreng. manteb abis deh pokoknya.
Hujan diluar pun sudah terlihat reda setelah kurang lebih setengah jam aq di dalam kedai nasi tersebut. karena ingin melanjutkan perjalanan akupun segera melambaikan tangan kepada sang kasir yang duduk dibangku bagian sampaing ruang meja makan. kemudian sang kasir pun berjalan menghampiriku. udah mbak berapa totalnya. tanyaku sembari membaca inbox sms yang baru saja masuk. apa saja tadi mas. tanya sang kasir kepadaku. makan sama udang goreng dua mbak, sama kopi, jawabku. makan pake udang delapan sama kopinya tiga. jadi delapan tiga mas. jawab sang kasir yang gag kalah seksih sama cewe yang nyuguhin kopi ke aq tadi. lalu ku sodorkan uang dua puluh rebu kepada sang kasir. anehnya, sang kasir pun masih berdiri sambil memandangi wajahku yang sedikit manisan inih. koq gag segera nyosokin duitku yang dua puluh rebu tadi. tanyaku dalam hati. masih kurang enam tiga ini mas, kata sang kasir yang kira kira setengah menit lah masih berdiri persis ditempat dudukku. hLo! hehehe ternyata aku-nya yang salah paham sodara sodara. yang dimaksud delapan tiga oleh sang kasir ternyata delapan puluh tiga rebu coy. bukan delapan tambah tiga samadengan sebelas ribu. tapi suer deh tadinya tak pikir makan sama dua udang goreng cuma delapan rebu. jadi ya aq juga nunggu nunggu kembalian duit dua puluh rebu tadi.
Trus dalam hati aq mikir, buset mahalnya… bisa untuk makan lima kali hLo pake ayam goreng